by

Wacana New Normal Jangan Malah Membuat Tambah Panik

Jakarta | lenterakhatulistiwa.com

Wakil Ketua Komisi X DPR Ahmad Fikri Faqih mengingatkan, wacana penerapan the new normal life jangan sampai membuat situasi bertambah panic di tengah pandemic Virus Corona atau Covid-19 ini.

Anggota Fraksi PKS ini mengatakan, masih banyak hal yang harus dipertimbangkan dalam menerapkan kebijakan New Normal yang diwacanakan Pemerintah itu.

“Intinya, wacana New Normal jangan malah membuat situasi menjadi tambah panic,” ujar Fikri Faqih, Sabtu (30/05/2020).

Fikri mengatakan, ada beberapa hal yang menjadi perhatian DPR. Seperti, Pemerintah harus mengindahkan himbauan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menjelang akhir masa tanggap Covid-19.

“Tidak hanya itu, kita juga meminta pemerintah kembali mempertimbangkan wacana masuk sekolah di bulan Juni atau tahun pelajaran baru. Dari kami, ada sebelas anjuran yang perlu diperhatikan pemerintah. Beberapa diantaranya anjuran tetap melanjutkan kegiatan belajar di rumah dan menerapkan pembelajaran jarak jauh, mengingat sulitnya melakukan pengendalian transmisi apabila terbentuk kerumunan,” jelasnya.

Pembelajaran jarak jauh disarankan tetap dilanjutkan mengingat kemungkinan bulan Juli wabah belum teratasi dengan baik.

Fikri memaparkan, data IDAI menunjukkan hingga 18 Mei 2020, diketahui jumlah pasien dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 3.324 anak, 129 anak berstatus PDP meninggal. 584 anak terkonfirmasi positif Covid-19, dan 14 anak meninggal akibat Covid-19.

Temuan ini menunjukkan bahwa angka kesakitan dan kematian anak akibat Covid-19 d Indonesia tinggi dan membuktikan bahwa tidak benar kelompok usia anak tidak rentan terhadap Covid-19.

“Wacana new normal, mestinya membuat suasana menjadi normal seperti semula, bukan malah tambah panik,” imbuhnya.

Yang jadi pertimbangan, lanjutnya, mestinya bukan hanya pulihnya ekonomi, tapi juga harus mempertimbangkan semua faktor secara komprehensif. Karena ini meliputi keselamatan, kesehatan, dan tentu saja rasa aman.

“Untuk kesehatan, kami meminta pemerintah memperhatikan himbauan yang dikeluarkan IDAI,” tekannya.

Apalagi, tambahnya, kurva Covid-19 trennya naik terus. Data terbaru saja sudah mencapai 23.851 kasus, dengan angka kematian 1473. Pasien sembuh 6.057 kasus, dan kasus aktif 16.321.

“Padahal, rumus untuk menerapkan new normal hanya akan berjalan efektif, setelah kurva landai, sebulan kemudian bisa berkegiatan kembali. Tetapi kurva masih naik,” tandas Fikri.***

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed