by

Polsek Parung Tangani Pengeroyokan Wartawan

Bogor | lenterakhatulistiwa.com


Tindak pidana pengeroyokan Disebutkan dalam Pasal 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) bahwa:
Barang siapa dengan terang-terang dan dengan tenag bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan

Perbuatan “Mengeroyok” yaitu bersama sama melakukan aksi kejahatan untuk menyakiti seseorang.

Pada hari jumat tgl 22 mei 2020 sekitar jam 10.00 wib. Lokasi kejadian di pasar parung kp. Waru desa waru rt. 04 rw 05 kec. Parung. korban pengeroyokan bernama hj. Latipa dan Nama pelaku Eni Juraeti dan Febi. Pada saat itu juga dilaporkan kepada pihak kepolisian polsek parung. Hasil konfirmasi, Hj. Latifah mengatakan “pada saat itu saya belanja ke pasar parung tepat pada hari jumat pukul 10.00 wib. Tiba tiba saya dipukul di kepala bagian Kuping dan dijambak oleh Eni Juraeti dan Febi.

Dengan adanya pengeroyokan terhadap saya. Saya laporkan pada Polsek Parung dan hasil pisum terdapat di telinga ada luka dalam. Saya berharap pihak kepolisian serius menindaklanjuti laporan saya. Saya sangat tidak berterima dilakukan seperti bukan manusia. Harapan saya kepada Polsek Parung. Tangkap dan masukkan dalam sel. Supaya mereka ada efek jera dan tidak semena2 menganiaya orang. ” paparnya.

Ketua tim investigasi ForwaraJabar Rosa Rosanto mengatakan” diminta kepada polsek parung supaya serius menangani Hj. Latipa. Dan kebetulan ibu Hj. Latipa adalah ketua bidang humas forum wartawan pemantau peradilan. “paparnya

(tim)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed