by

(Opini) Ipda Pujiyanto, S.H, M.H Kanit Laka Ditlantas Polda Banten: “Tilang Bagi Pengemudi Sambil Merokok”

Banten – Lenterakhatulistiwa.com

Salam Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas.

Perkembangan hukum senantiasa dinamis mengikuti perkembangan sosial masyarakat.

Tujuan hukum bersifat universal, seperti ketertiban, kedamaian, ketenteraman, kebahagiaan, dan kesejahteraan dalam kehidupan di masyarakat.

Adapun Tujuan Undang – Undang Nomor 22 Tahun 2009 Ttg LLAJ yaitu : ”mewujudkan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban dan Kelancaran Lalu lintas.

Mengacu pada Sifat Hukum sebagaimana yang kita ketahui bersama diantaranya :

1. Hukum Bersifat Mengatur yaitu
Hukum membuat berbagai peraturan baik itu peraturan dalam bentuk larangan maupun perintah yang akan mengatur segala tingkah laku manusia dalam kehidupan di masyarakat agar tercipta ketertiban dan keamanan.

2. Hukum Bersifat Memaksa yaitu
Hukum mempunyai kemampuan dan kewenangan memaksa warga masyarakat untuk mematuhi setiap aturan. Terdapat sanksi tegas bagi siapa saja yang melakukan pelanggaran hukum.

3. Hukum Bersifat Melindungi yaitu
Hukum diciptakan untuk melindungi hak setiap orang dan menjaga keseimbangan antara berbagai kepentingan yang ada dalam kehidupan bangsa dan negara.

Seiring dengan maraknya pengendara khususnya sepeda motor yang mengemudi kendaraan sambil merokok merupakan pelanggaran lalu lintas. Sehingga dapat ditilang dengan pasal 283 jo pasal 106 ayat 1 UU No. 22/2009 jo Pasal 6 huruf c Permenhub Nomor 12/2019.

Agar lebih jelasnya mari kita urai pasal –pasal tersebut sebagai berikut :

Pasal 283 UU No. 22/2009 berbunyi “Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp750.000,00 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah).”

Pasal 106 (1) UU No. 22/2009 berbunyi : ”Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi.”

Penjelasan pasal Pasal 106 (1) UU No. 22/2009 yaitu : ”Yang dimaksud dengan ”penuh konsentrasi” adalah setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor dengan penuh perhatian dan tidak terganggu perhatiannya karena sakit, lelah, mengantuk, menggunakan telepon atau menonton televisi atau video yang terpasang di Kendaraan, atau meminum minuman yang mengandung alkohol atau obat-obatan sehingga memengaruhi kemampuan dalam mengemudikan Kendaraan.”

Mengacu pada Pasal 6 huruf c Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2019 Tentang Pelindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor Yang Digunakan Untuk Kepentingan Masyarakat, berbunyi “Pengemudi dilarang merokok dan melakukan aktifitas lain yang mengganggu konsentrasi ketika sedang mengendarai sepeda motor.”

Dengan demikian semakin jelas bahwa Berkendara sambil merokok merupakan pelanggaran lalu lintas, dan Pelanggaran lalu lintas awal terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Stop Pelanggaran, Stop Kecelakaan, Keselamatan untuk Kemanusiaan.

Salam Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed