by

Kepala KPR Petrus : Rutan Tanjung Gusta Medan Sediakan Blok Isolasi Menampung Tumpukan Tahanan di Kepolisian

Medan | lenterakhatulistiwa.com


Rumah Tahanan Negara ( Rutan ) Kelas I Tanjung Gusta Kota Medan, mempersiapkan blok kamar isolasi, untuk menerima seribuan tahanan yang menumpuk di rumah tahanan polisi (RTP) baik Poldasu, Polresta Medan dan Polsek Jajarannya semasa pandemi Covid 19.

“ Dua blok sudah kami siapkan yakni Blok B dan C. Pengadaan blok isolasi ini, untuk mengantisipasi ledakan jumlah tahanan baru yang begitu signifikan, yang diinformasikan sudah lebih dari 1000 orang ‘ menumpuk ‘ di kepolisian, “ kata Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Kelas I Tanjung Gusta Medan Petrus Agustinus (photo) mewakili Kepala Rutan Kelas 1 Tanjung Gusta Medan, Theo Adrianus Purba, saat dihubungi di ruang kerjanya baru baru ini.

Dikatakan, blok kamar isolasi itu, diperuntukkan bagi para tahanan A3 artinya yang telah memiliki kekuatan hukum tetap atau inkracht dan mekanisme penerimaannya di Rutan tetap pada standar protokol kesehatan penanganan Covid 19.

“ Sesuai surat edaran Direktur Jenderal Pemasyarakatan, tahanan yang akan diterima harus terlebih dahulu melakukan rapid test, melakukan screening suhu tubuh dan pemeriksaan kesehatan awal dan berkala. Selain itu wajib memakai masker dan tetap melaksanakan physical dan sosial distancing selama dikamar sterilisasinya,” ujar Petrus.

Tahanan yang baru menempati blok kamar isolasi tersebut, jelasnya, akan menjalankan karantina kesehatan selama 14 hari, bila timbul gejala Covid 19 selama masa itu, maka pihaknya segera berkomunikasi dengan pihak medis yang ada di dalam Rutan, namun bila pelaksanaan tes PCR nya menunjukkan hasil positif, maka yang bersangkutan segera diboyong ke rumah sakit rujukan Covid 19 terdekat.

“ Begitu pula hal nya dengan pemutasian tahanan, kita juga harus mengoper ke luar, program ini harus jalan untuk mengantisipasi ledakan warga di dalam. Saat ini saja Rutan Tanjung Gusta sudah overkapasitas dengan jumlah warga binaannya sebanyak 3428 orang, “ tandas Petrus.

Seperti diketahui, dalam upaya mengantisipasi merebaknya penularan wabah Virus Corona ke dalam Rutan, sejak masa pandemi, penerimaan tahanan baru di Rutan terpaksa ditunda, termasuk meniadakan layanan kunjungan tahanan.

Tidak hanya itu, tambah Petrus, persidangan bagi tahanan di rutan selama pandemi juga dilakukan melalui video telekonferensi, guna mencegah penularan Covid 19 tersebut. (red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed