by

Inilah Peran PT Amoeba Internasional Dalam Penipuan Investasi QNet (part 1)

LUMAJANG | Lenterakhatulistiwa.com

Fakta baru terkait perkembangan kasus bisnis skema piramida yang dijalankan oleh 3 perusahaan dengan brand Q-NET terus bermunculan. Yang terbaru ternyata dalam menjalankan bisnisnya, perusahaan tersebut tak sendirian, melainkan terdapat 3 perusahaan lain yang membentuk satu sindikat. Perusahaan tersebut adalah PT Amoeba Internasional, PT QN International Indonesia dan PT Wira Muda Mandiri. (13/11/2019)

Sebagai sebuah kejahatan White Collar Crime, Mereka membagi tugasnya dengan begitu rapi. Khusus PT Amoeba International sendiri, mereka bertugas mencari member baru baik melalui ajakan di media sosial maupun ajakan secara lisan. Modus yang sering kali mereka gunakan adalah iming-iming sebuah pekerjaan dengan gaji mencapai 3 juta Rupiah perbulan.

Setelah calon korban mulai tertarik dengan ajakan untuk bekerja tersebut, maka calon korban diajak untuk datang ke sebuah kontrakan yang bisa juga disebut sebagai penampungan. Para calon korban biasanya adalah dari kalangan anak muda, yang baru lulus SMA maupun mereka yang membutuhkan pekerjaan. Biasanya mereka dikumpulkan di tempat tersebut bisa sampai seminggu, tergantung banyak/sedikitnya yang datang.

Setelah dirasa cukup banyak, akhirnya mereka pun diajak ke tempat lain untuk mengikuti seminar dari pihak Q-NET. Disinilah awal mula pihak Q-NET mulai mencuci otak para calon korban nya. Mereka di iming-iming pendapatan yang sangat besar jika mau bergabung dengan bisnis mereka. mereka dijanjikan akan mendapatkan pemasukan sebesar 60 juta Rupiah per bulan karena setelah bergabung sistemlah yang akan bekerja untuk mereka, dimana dalam presentasinya dikatakan mereka tidak perlu bekerja lagi atau mencari member baru lagi karena sistem yang akan mencarikan mereka member baru. Cukup mereka mencari 2 member baru dan selama satu tahun mendatangkan orang-orang untuk di presentasi oleh Tim QNet.

Selain itu, pihak PT Q-NET mengatakan bahwa bisnis tersebut dapat diturunkan ke anak cucu mereka. Para leader pun terus melakukan brainwash/cuci otak kepada para calon member baru.

Kalau calon member baru tidak memiliki uang sebagai syarat untuk membeli produk QNet supaya dapat menjadi member, Para calon member diajari untuk mendapatkan uang secara instan melalui doktrin UGD (Utang, Gadai, Dol/jual), yaitu diajarkan mencari utangan ke teman, ke saudara bahkan ke bank atau ke rentenir sekalipun. kalau masih belum mendapatkan utangan, mereka di ajarkan untuk menggadaikan harta benda yang mereka miliki atau bahkan menjualnya. sehingga akhirnya banyak calon member yang menjual sapinya, menjual sawahnya bahkan sampai menjual rumah satu-satunya yang mereka miliki. Mereka telah ter mindset didalam otak mereka bahwa tak masalah mencari hutang atau menggadaikan bahkan menjual harta benda satu-satunya yang mereka peroleh, toh dalam waktu kurang dari satu tahun mereka yakin uang tersebut akan kembali dalam jumlah yang berkali-kali lipat.

Dalam pernyataan nya, Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban, S.H., S.I.K., M.H., M.M., yang juga merupakan putra daerah Makassar tepatnya dari Kota Kalosi-Enrekang menjelaskan bahwa kasus ini dijalankan oleh kaum intelektual sehingga tertata dengan sangat rapi.

“Kasus bisnis skema piramida ini begitu kompleks, dimana bisnis ini tak dijalankan oleh satu perusahaan saja. Tiga perusahaan yang tergabung dalam satu sindikat white collar crime ini membagi perannya masing masing, agar mempermudah dalam menjalankan bisnisnya. Khusus untuk PT Amoeba International sendiri, mereka bertugas untuk mencari calon mangsa baik di media sosial maupun melalui lowongan pekerjaan di media cetak serta secara lisan. Selain itu perusahaan tersebut juga bertanggung jawab mencuci otak para membernya agar mau melakukan doktrin UGD yang mereka ajarkan. mereka selalu menggunakan motto Panen Duit Kepada para membernya dengan memperlihatkan rumah-rumah mewah dan kendaraan-kendaraan mewah supaya para membernya ter obsesi memilki harta serupa dengan senior mereka” ujar pria yang menyelesaikan gelar S3 di Universitas Padjajaran Kota Bandung tahun 2010 tersebut.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed