by

Cegah Peredaran Miras, Satgas Pamtas Yonif R 300 Intensifkan Pemeriksaan di Perbatasan

JAKARTA, Lenterakhatulistiwa.com

Dalam upaya mencegah peredaraan Minuman Keras (Miras), Satgas Yonif Raider 300/Bjw, mengintensifkan pemeriksaan di jalur-jalur yang ditengarai sebagai tempat transaksi barang ilegal di perbatasan.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas Yonif Raider 300/Bjw, Letkol Inf Ary Sutrisno, S.I.P., dalam rilis tertulisnya di Keerom, Papua, Jumat (11/10/2019).

Diungkapkan Dansatgas, pemeriksaan yang dilakukan Pos Wambes Satgas 300/Bjw ini dipimpin Letda Czi M.Rahmat beserta beberapa anggota menggelar kegiatan pemeriksaan di sepanjang jalan jalur perlintasan Desa Wambes dan Desa Suskun PIR – V, Distrik Mannem, Jumat (10/10’2019)

“Kegiatan pemeriksaan tersebut menitikberatkan kepada peredaran minuman keras dan adanya praktek penjualan kayu ilegal,” ujarnya.

Agar tak ada yang terlewatkan, tambah Dansatgas, satu persatu kendaraan baik roda empat dan roda dua yang melintas diperiksa dengan teliti.

“Termasuk semua barang bawaan dan dokumen surat-surat pendukung kendaraan lainnya, tidak luput dari pemeriksaan,” jelasnya.

“Pemeriksaan ini untuk mencegah perbuatan masyarakat yang melanggar hukum, serta mengeliminir tindak kejahatan di perbatasan,” urai Ary Sutrisno.

Kegiatan yang dilakukan Pos Wambes ini mendapatkan apresiasi yang cukup besar dari warga, karena tingginya tingkat kriminalitas dan dampak negatif dari minuman keras yang terjadi hampir di seluruh wilayah Papua setidaknya dapat di cegah peredarannya.

“Selain itu untuk menekan penjualan kayu ilegal, personel juga mengecek dengan teliti dokumen surat jalan kayu dan mencocokan jumlah muatan yang dibawa kendaraan, sehingga kemungkinan peruntukan kayu yang diperjual belikan semuanya sudah dilengkapi dengan dokumen dan surat jalan yang resmi,” pesannya.

Di tempat terpisah, Kepala Desa Wambes, Frans Akbar mengucapkan terima kasih kepada Satgas yang rutin menggelar kegiatan pemeriksaan kendaraan bermotor dan peredaran miras di perbatasan.

“Kami berharap dengan pemeriksaan yang tepat sasaran, tingkat kriminalitas dan maraknya budaya mabuk-mabukan dapat ditekan,” tuturnya.

Selain itu dengan pemeriksaan ini urai Frans Akbar, Satgas dapat membendung potensi terjadinya penjualan kayu yang tidak resmi dokumennya.

“Kehadiran Satgas untuk memberi ketertiban dan kenyamanan warga, sekaligus menjauhkan warga dari perbuatan yang tercela dan melanggar hukum,” pungkasnya.

(Dispenad)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed