Kabag TU Pengairan Ciawi Kecewa kepada Pelaksana Dan Konsultan Pengawas Atas Ambruknya Dak pintu air

Bogor_Lenterakhatulistiwa.com

Ambruknya dak plat beton atap rumah pintu air jaringan irigasi daerah irigasi palasari, Desa Palasari, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor mendapat sorotan dari pihak UPT Pengairan Wilayah Ciawi, Kabupaten Bogor

Kepala Bagian (Kabag) TU, UPT Pengairan Ciawi, Sumartono menegaskan bahwa sebelum terjadinya ambruk, pihaknya sudah melakukan pengecekan dan pengawasan kelapangan terhadap pekerjaan dak jaringan irigasi tersebut.

“Kita pernah kelokasi dan disitu curiga karena penahan daknya itu hanya memakai dua tiang bambu. Kita pun meminta kepada pelaksana yang mewakili kerja disitu untuk nurunin satu tiang bambu, begitu diturunin daknya ikut turun serta ada retaknya, terus minta diturunin dua-duanya dan pas diturunin ternyata langsung ambruk, “katanya, Senin (25/9/2018).

Dijelaskannya, dalam pelaksanaan pengecoran dak seharusnya menggunakan besi berdiameter 12 mm, namun itu pun tergantung dari yang tertuang di RAB, misalnya pembangunan dak atap pintu air ini di RAB diharuskan memakai besi diameter 10 mm, berarti harus menggunakan dua lapis.

“Tim konsultannya pun berkata demikian yakni pembangunan dak itu memakai dua lapis, tapi ternyata setelah ambruk diketahui cuma pakai satu lapis, nah kesalahannya disitu setelah ambruk, dan sekarang sanksinya mau ga mau harus diperbaiki kembali sebagai resiko pemborong, “tegasnya.

Soal pemakaian besi untuk perbaikan dak atap yang sekarang sedang dilakukan, ia belum mengetahuinya. Mengingat, sampai saat ini belum menerima laporan dari pihak pelaksana. Begitu juga mengenai PHO tidak akan serta merta bisa mengeluarkannya, karena berkas administrasinya yang belum lengkap.

“Kita tidak akan mengeluarkan PHO dulu dan kalau besi yang sekarang digunakan, kemarin lihat dari foto sepertinya pakai besi baru. Sementara, dalam hal pengawasan UPT sendiri tugasnya hanya memiliki fungsi monitoring saja. Kenapa, kan sudah ada konsultan pengawas disitu yang dibayar mahal, jadi harus benar-benar melakukan pegawasannya, jangan asal se’enaknya saja mengawasi, “jelas Sumartono

Namun saat di lakukan pengecoran ulang oleh pekerja tidak satupun yang terlihat baik dari pelaksana,konsultan pengawas,maupun pihak upt pengairan ciawi di lokasi proyek.(B.A)