MERASA MEMILIKI KONTRAK DENGAN PEMKAB BOGOR. PENGUSAHA MATRIAL BANGUNAN DUDUKI LAHAN PRAMUKA.

Lahan pramuka Kwartir ranting Citeureup yang sedianya akan dijadikan gedung pramuka, sejak tahun 2005 hingga saat ini masih dimanfaatkan sebagai sebagai toko matrial bangunan. Sementara Pramuka hanya memakai sebagian kecil lahan ( kurang lebih 50 M2). Keadaan ruang Pramuka sangat memprihatinkan. Lantai keramiknya terlihat mulai amblas, dinding retak retak. Sebagian ruangan belum di plester dan belum di pasang keramik lantai, kanopi terlihat sudah ambruk karwna lapuk dan yang menyedijkan lagi sampai saat ini sekretariat pramuka Citeureup itu bwlum punya sambungan listrik PLN sendiri aliaas masih menumpang.
Pemilik toko matrial bangunan menyilahkan wartawan Lentera Khatulistiwa menanyakan perihal perjanjian kontrak lahan tersebut ke pemkab Bogor. Dia juga menjelaskan perjanjian kontarak itu akan berakhir tahun 2020 .
Sungguh memilukan nasib tanah pramuka . Alih alih punya gedung sendiri. Kini tanah lahannyapun dimanfaatkan oleh fihak lain.
Mohon perhatian pemkab Bogor. Harus cepat diselesaikan , supaya cepat diselesaikan masalah ini. Agar pemkab Bogor tetap berwibawa.
Fihak pramuka Citeureup yang tidak mau disebut namanya mengungkapkan : jika memang tanah itu lebih cocok untuk toko bahan bangunan. Tolonglah diberikan lahan pengganti berikut biayanya . Supaya pramuka Citeureup punya gedung sendiri, seperti yang direncanakan sejakdulu.
(Gesni)